Kamis, 30 Januari 2020

VIRAL !!!! Konfigurasi VPN !!!! BANTAI !!!! NO HOAX !!!!!!

Konfigurasi VPN (PPTP) Server Debian 8



Assalamu'alaikum wr.wb

Kali ini kita akan belajar bagaimana cara mengkonfigurasi VPN Server pada Debian 8 dengan PPTP (Point to Point Tunneling Protocol). Namun sebelum saya lanjutkan saya akan memberi sedikit penjelasan tentang apa itu VPN dan PPTP.


VPN

Virtual Private Network (VPN) adalah sebuah teknologi komunikasi yang memungkinkan untuk dapat terkoneksi ke jaringan public dan menggunakannya untuk dapat bergabung dengan jaringan local. Dengan cara tersebut maka akan didapatkan hak dan pengaturan yang sama seperti halnya berada didalam LAN itu sendiri, walaupun sebenarnya menggunakan jaringan milik public.

Dari cara pandang jaringan, salah satu masalah jaringan internet (IP public) adalah tidak mempunyai dukungan yang baik terhadap keamanan. Sedangkan dari cara pandang perusahaan, IP adalah kebutuhan dasar untuk melakukan pertukaran data antara kantor cabang atau dengan rekanan perusahaan. VPN muncul untuk mengatasi persoalan tersebut. Sebuah jaringan perusahaan yang menggunakan infrastruktur IP untuk berhubungan dengan kantor cabangnya dengan cara pengalamatan secara private dengan melakukan pengamanan terhadap transmisi paket data.

PPTP

PPTP merupakan protokol jaringan yang memungkinkan pengamanan transfer
data dari remote client (client yang berada jauh dari server) ke server pribadi perusahaan dengan membuat sebuah VPN melalui TCP/IP (Snader, 2005). Protokol ini dikembangkan oleh Microsoft dan Cisco.
Teknologi jaringan PPTP merupakan pengembangan dari remote access Point-to-Point protocol yang dikeluarkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF).

Topology

Dari topology diatas dapat diketahui bahwa Remote Client dan Remote Server berada di jaringan publik dalam hal ini Internet. Jika Remote Client dan Remote Server ingin bertukar informasi secara rahasia, maka mereka tidak mungkin menggunakan jaringan publik atau internet, maka sebagai solusi mereka harus menggunakan VPN (Virtual Private Network) dengan menggunakan PPTP (Point to Point Tunneling Protocol) sehingga mereka berdua akan terhubung secara virtual dan mereka akan memiliki jalur sendiri, sehingga proses transfer data akan aman dari serangan hacker..

Konfigurasi VPN Server


Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengkonfigurasi VPN Server menggunakan P2. PTP :

1. Install paket pptpd

apt-get install pptpd


2. Edit file pptpd.conf untuk menambahkan remote ip dan local ip untuk VPN nantinya

nano /etc/pptpd.conf

Cari pada bagian paling bawah file pptpd.conf, 


Hilangkan tanda pagar pada localip dan remote ip, lalu ubah seperti dibawah ini 

localip 9.9.9.1 (ip yang nantinya akan secara otomatis dipasangkan ke server vpn)
remoteip 9.9.9.2-9,9.9.9.10 (ip yang nantinya akan diberikan ke client)

Untuk remoteip kalian bisa juga hanya menulis satu ip saja, semisal 9.9.9.10 , namun apabila kalian ingin ada lebih dari satu ip, kalian bisa membuat range ip misalnya 9.9.9.2-9. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini


Setelah itu simpan dengan menekan CTRL+X >> Y >> Enter

3. Selanjutnya kita akan membuat username dan password untuk VPN kita nanti, cara nya dengan mengedit file chap-secrets seperti dibawah ini

nano /etc/ppp/chap-secrets 

selanjutnya pada bagian bawah kalian tulis seperti dibawah ini (untuk client dan secret dapat disesuaikan kebutuhan)

#client     server    secret     IP address
user1       pptpd      123           *

untuk ip address kita isi * agar semua IP dapat menggunakan username dan password itu. untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut


Simpan dengan menekan CTRL+X >> Y >> Enter

4. Edit file pptpd-options

nano /etc/ppp/pptpd-options

Setelah itu cari pada bagian paling bawah file tersebut, tepatnya dibawah tulisan 'novjccomp', tulis perintah berikut ini

noipx
mtu 1490
mru 1490

Setelah itu simpan dengan menekan CTRL+X >> Y >> Enter


5. Selanjutnya tulis perintah berikut ini

modprobe ip_gre


6. Terakhir restart service pptpd

service pptpd restart

kalian juga dapat melihat status dari pptpd dengan mengetikan perintah berikut

service pptpd status



Pengujian ke Client

Karena server dan client yang saya gunakan tidak terkoneksi internet dan tidak menggunakan ip public, maka saya menggunakan jaringan local. Langkah-langkah nya sebagai berikut :

1. Sebelumnya pastikan terlebih dahulu ip dari server kita, dengan mengetikkan 

ifconfig


Kali ini server saya menggunakan IP 192.168.1.1, setelah itu pastikan client dan server terhubung dengan melakukan test ping dari client.

ping 192.168.1.1


2. Langkah berikutnya adalah membuat VPN dari Client kita. Kali ini saya menggunakan windows 10, jadi apabila kalian menggunakan windows 7 atau XP langkahnya akan sedikit berbeda

Pertama-tama masuk ke 'Setting >> Network & Internet >> VPN' maka akan muncul tampilan berikut ini


Selanjutnya klik tombol Add a 'VPN Connection' , maka akan muncul tampilan berikut ini


Untuk VPN Provide isi Widows (built-in) , Connection name nya isi sesuai kebutuhan disini saya isi VPN Pintar Network dan untuk Server name or Address isi ip dari server kita tadi yaitu 192.168.1.1 , dan untuk yang lainnya biarkan saja langsung saja klik Save. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut 


3. Setelah itu akan muncul VPN Connection yang telah kita buat tadi, langsung saja kita klik VPN Connection kita tadi lalu klik connect dan masukkan username dan password yang kita buat di server VPN tadi, disini saya isi user1 dan passwordnya 123 lalu klik Ok


Selanjutnya tunggu hingga connected


4. Selanjutnya kita cek dari Client, apakah client sudah mendapatkan IP dari VPN Server, dengan cara masuk ke Command Prompt (CMD) lalu ketikan perintah berikut

ipconfig


5. Terakhir test apakah client bisa melakukan PING ke IP Server VPN atau localip tadi, dengan cara berikut ini

ping 9.9.9.1


Jika berhasil maka itu tandanya kita telah terhubung ke server melalui VPN


Rabu, 15 Januari 2020

Dedicated Hosting Server

Pengertian Dedicated Server Beserta Kegunaannya

Pengertian Dedicated Server Beserta Kegunaannya
Pengertian Dedicated Server Beserta Kegunaannya

Ada banyak jenis layanan penyimpanan data yang dapat Anda temukan, mulai dari penyimpanan berskala kecil seperti Web Hosting atau cloud hosting hingga skala besar seperti VPS, Colocation Server dan Dedicated Server. Banyaknya pilihan layanan server yang pasti membuat Anda menjadi bingung untuk memilih layanan mana yang cocok untuk digunakan.
Selain web hosting atau VPS (Virtual Private Server) mungkin Anda pernah mendengar istilah Dedicated Server saat akan mencari hosting atau server untuk kebutuhan perusahaan, sekolah, koperasi atau swasta.Lalu apa sebeneranya Dedicated Server yang berserta kegunaannya? Untuk mengetahuinya berikut kami jelaskan pengertian dedicated server dan kegunaannya.

Apa dedicated server?

Server terdedikasi adalah sebuah layanan penyimpanan data pada server khusus yang hanya disediakan untuk satu pengguna saja.Artinya, pengguna dapat mengotrol server rak penuh tanpa dibagi. Beda dengan layanan hosting atau layanan VPS, pada Server Terdedikasi, Anda menyediakan server Jadi Anda punya akses penuh ke server tersebut.
Bukan hanya memegang akses penuh, Anda juga bisa memilih spesifikasi, sistem operasi perangkat keras dan pengaturan lainnya sesuai keinginan dan kebutuhan Anda.Tentu saja hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan layanan hosting.
Jika Anda adalah pemilik perusahaan yang memerlukan penyimpanan data pada server tangguh dan besar namun tidak mengerti hal teknis tentang Server Terdedikasi, maka Anda tidak perlu khawatir tentang penyedia layanan Dedicated server terbaik akan memberikan bantuan dan dukungan untuk Anda, mulai dari instalasi sistem operasi, pengaturan perangkat keras dan hal teknis lainnya.Selain itu Anda juga akan mendapatkan layanan khusus yang menghargai harga yang Anda butuhkan untuk Server Terdedikasi terbilang besar.

Bukan hanya itu saja, server penyimpanan lokasi Anda akan ditempatkan pada pusat data yang lebih bagus untuk mendapatkan pelayanan maksimal.

Siapa yang membutuhkan layanan dedicated server?

Dengan layanan dedicated server yang sangat lengkap, kapasitas dan biaya yang besar tidak perlu orang yang membutuhkannya yang besar yang bisa dijadikan pilihan. Dedicated Server sangat cocok untuk digunakan oleh perusahaan yang memiliki basis data besar dan rentan jika dilepas atau hangus. Bagi perusahaan, data tentu saja penting karena menggunakan server khusus merupakan solusi yang sangat cocok, karena data Anda akan disimpan dengan aman di gedung pusat data.

Berapa biaya yang dikeluarkan untuk sewa dedicated server?

Pengertian Dedicated Server Beserta Kegunaannya
Server khusus didedikasikan berbeda-beda tergantung spesifikasi yang Anda pilih.Gambar diatas adalah daftar hargadedicated server terbaik dari RackH.Dapat Anda lihat harga yang ditawarkan mulai dari Rp.1.400.000 hingga Rp.6.1000.000 perbulan.

Cara memilih dedicated server terbaik

Setelah membaca penjelasan tentang Anda mungkin sudah memberikan sedikit tinjauan tentang apa itu Dedicated Server dan pemahamannya. Lalu bagaimana memilih dedicated server terbaik? Ada beberapa hal yang harus Anda pilih saat memilih dedicated server, berikut penjelasannya:

Pastikan server ada di pusat data terbaik

Sebelum Anda memilih Dedicated Server, letakkan jika data center server berada pada lokasi strategis. Bukan hanya itu saja, Anda juga harus melihat fasilitas yang dibutuhkan oleh pusat data, apakah penyedia layanan Dedicated Server punya pusat data yang baik atau tidak.

Harga sesuai dengan kualitas

Seperti yang diketahui, harga selalu menentukan kualitas, oleh karena itu saat memilih Dedicated Server, jangan pernah mempertimbangkan harga, terutama jika Anda adalah perusahaan yang memang lebih mementingkan pelanggan data. Harga yang diberikan biasanya akan menunjukkan pelayanan itu sendiri.
Itu tadi adalah Dedicated Server berserta kegunaannya, Anda dapat memilih Dedicated Server terbaik yang disediakan oleh RackH. Jangan ragu untuk memilih RackH sebagai penyedia dedicated server terbaik di Indonesia.

Rabu, 08 Januari 2020

PENGERTIAN SSH DAN CARA KERJA

PENGERTIAN SSH
SSH adalah sebuah protokol administrasi yang memungkinkan user untuk mengakses dan memodifikasi berbagai macam pengaturan maupun file yang ada di dalam server.
Anda pernah mengenal Telnet? Nah, SSH merupakan pengembangan dari Telnet yang sebelumnya dianggap tidak aman karena tidak adanya proses enkripsi.
Berbeda dengan Telnet, koneksi yang terjadi SSK dienkripsi menggunakan beberapa teknologi, seperti enkripsi simetris, enkripsi asimetris, dan hashing. Ketiganya merupakan teknik kriptografi yang menjamin koneksi yang terenkripsi. Itulah mengapa dinamakan SSH yang berasal dari kata Secure Shell Connection atau koneksi Shell yang aman.
Jika menggunakan SSH, Anda mempunyai opsi untuk melakukan autentikasi pengguna remote sebelum melakukan koneksi. Selain itu, SSH juga dapat mengirimkan input dari SSH client ke host (server) kemudian mengirimkan kembali hasilnya kembali ke user client.
Contoh di atas merupakan tampilan koneksi SSH yang berhasil dilakukan. Jadi jika melakukan koneksi SSH ke alamat IP server, Anda dapat mengubah konfigurasi yang ada di dalam server sesuai dengan user yang dipakai. Tidak hanya di OSX saja, Anda bisa menggunakan SSH di sistem operasi lain seperti Windows dan Linux. Jika Anda menggunakan Windows, terdapat aplikasi SSH yang cukup terkenal, yaitu Putty.
Jadi SSH memudahkan Anda untuk mengelola server tanpa harus datang ke lokasi fisik server. Tidak hanya server saja, Anda dapat memanfaatkan SSH untuk mengatur dan mengelola komputer maupun perangkat desktop yang ada di jaringan yang sama tanpa harus menyentuh perangkat tersebut.
Setelah mengetahui apa itu SSH, ada baiknya untuk tahu juga bagaimana cara kerja SSH.

Cara Kerja SSH

Cara kerja protokol SSH adalah menggunakan model client-server. Jadi koneksi yang terjadi adalah SSH client melakukan koneksi ke SSH server.
SSH client melakukan proses koneksi dan menggunakan kunci kriptografi untuk memverifikasi dan mengidentifikasi SSH server. Selama kunci yang dipakai SSH client tidak sama dengan SSH server maka koneksi tidak akan pernah dapat tersambung.
SSH client dan SSH server dapat tersambung menggunakan kunci yang sama serta melalui proses verifikasi. Kemudian koneksi yang tersambung dienkripsi menggunakan symmetric encryption dan hashing algorithm. Proses enkripsi ini bertujuan untuk memastikan kerahasiaan dan keutuhan data yang dipertukarkan antara client dengan server.
Gambar di bawah ini merupakan gambaran ringkas bagaimana koneksi SSH (Secure Shell Connection) berjalan:
Sumber: www.ssh.com 
Jadi SSH client mengawali koneksi dengan memanggil SSH server menggunakan aplikasi SSH client (PuTTY di Windows). Kemudian SSH server mengirimkan public key ke SSH client. Kemudian SSH client merespon dengan memberikan pasangan kunci yang diberikan oleh SSH server.
Selanjutnya keduanya melakukan negosiasi atau verifikasi koneksi dan memulai membuka koneksi yang aman. Setelah selesai, SSH client sudah dapat masuk ke dalam server dengan pertukaran data yang terus dienkripsi.

Apa itu SSH client?

SSH client adalah aplikasi yang dipakai untuk menghubungkan sistem operasi dengan SSH server. Aplikasi ini terkadang sudah terpasang pada sistem operasi, seperti Linux dan MacOS. Sedangkan jika menggunakan Windows, Anda bisa menggunakan aplikasi semacam PuTTY. Anda bisa mengikuti artikel cara menggunakan PuTTY untuk panduan lengkapnya.
Pengguna MacOS dan Linux tidak perlu menginstall aplikasi tambahan karena fitur SSH client sudah ada di Terminal masing-masing. Anda hanya tinggal menggunakan perintah “$ ssh username@alamat_server” untuk melakukan koneksi, 
Perintah SSH di atas mengirimkan perintah ke sistem untuk melakukan koneksi SSH yang dienkripsi menggunakan user ‘semutireng’. Sedangkan ‘31.22.72.55’ merupakan alamat IP website atau SSH server. Alamat IP ini bisa Anda ganti menggunakan alamat domain dari SSH server.
saat menjalankan perintah SSH dengan melakukan klik ‘Enter’, Anda akan diminta untuk memasukkan password dari user yang dipakai. Jika Anda memasukkan password sesuai dengan username yang benar, koneksi dapat terhubung dan melalui Terminal tersebut Anda dapat mengontrol SSH server.

3 Teknologi Enkripsi SSH

Pada bagian apa itu SSH tadi sudah disinggung sedikit mengenai teknologi enkripsi SSH. Setidaknya ada tiga teknologi yang ditawarkan seperti enkripsi simetris, enkripsi asimetris, dan hashing. Ketiganya berfungsi untuk memastikan proses pertukaran data yang lebih aman antara client dan server.

1. Enkripsi Simetris (Symmetric Encryption)

Enkripsi simetris biasa dikenal dengan nama enkripsi kunci bersama (shared key). Sesuai dengan namanya, enkripsi simetris merupakan jenis enkripsi memanfaatkan kunci untuk melakukan dekripsi maupun enkripsi data yang dipertukarkan antara client dan server.
Enkripsi simetris menggunakan sepasang kunci. Biasanya satu kunci ada di sisi server dan kunci yang lain berada di sisi user supaya server dapat mengenali user yang benar-benar terpercaya. Jadi setiap user yang mempunyai kunci tersebut dapat melihat data yang sedang dipertukarkan.
Enkripsi simetris akan terus menjalankan tugasnya selama proses berjalannya koneksi SSH client dengan server sesuai dengan metode yang disepakati. Persetujuan metode komunikasi ini juga bertujuan untuk menghalangi pihak ketiga untuk membaca data yang sedang dipertukarkan.
Algoritma Pertukaran Kunci berperan pada proses pembuatan enkripsi simetris dalam pertukaran data. Selain itu, selama proses pertukaran data, kunci di client maupun server tidak ikut dipertukarkan sehingga membuat algoritma ini aman.
Jadi uniknya di dalam Algoritma Pertukaran Kunci adalah proses enkripsi dan dekripsi berjalan di masing-masing perangkat (client maupun server). Hal ini membuat pihak ketiga yang mencoba mencuri atau mengintip pertukaran data yang sedang terjadi tidak akan pernah bisa membacanya.

2. Enkripsi Asimetris (Asymmetric Encryption)

Jenis enkripsi asimetris cukup berbeda dengan enkripsi simetris. Jika enkripsi simetris menggunakan satu kunci yang dipakai untuk client maupun server, di dalam enkripsi asimetris terdapat dua kunci yaitu kunci pribadi (private key) dan kunci publik (public key). Biasanya kunci private hanya dimiliki oleh server, sedangkan public key dimiliki oleh user atau client.
Sesuai dengan namanya, kunci publik atau public key secara terbuka dapat dipakai oleh semua client. Tetapi, dalam proses pertukaran data, proses enkripsi hanya bisa dilakukan oleh pasangan public key dan private key –tidak bisa oleh kunci yang berbeda. Jadi hubungan yang terjadi adalah satu arah sehingga host (server atau client) yang mempunyai kunci publik tidak akan pernah bisa membuka pesannya sendiri setelah dienkripsi.

3. Hashing

SSH juga menggunakan salah satu teknik enkripsi hashing. Hashing merupakan salah satu jenis kriptografi yang tidak dapat didekripsi sehingga dinamakan juga one-way-hash (hashing satu arah).
One-way-hash mempunyai fungsi untuk membuat enkripsi panjang dengan tidak mempunyai pola yang jelas untuk dieksploitasi. Jadi fungsi dari enkripsi one-way-hash adalah membuat nilai yang panjang dan unik. Enkripsi ini tentu tentu saja untuk mengamankan setiap data yang sedang dipertukarkan selama proses koneksi SSH berlangsung. Melalui enkripsi hashing seluruh data mengalami enkripsi satu arah dan tidak dapat dibalik (dekripsi)
One-way-hash ini tidak bisa dipakai di seluruh jenis pertukaran data. SSH hanya menggunakan enkripsi one-way-hash untuk mengecek keaslian dari pesan dan sejenisnya. Anda dapat menggunakan sistem pengecekan seperti HMAC (Hash-based Message Authentication) untuk melakukan pengecekan. Sistem secaman HMAC memastikan data sangat sulit untuk dimanipulasi dengan cara apapun.

Penutup

SSH merupakan salah satu hal yang sangat perlu Anda pelajari. Apalagi jika sering berhubungan dengan koneksi client-server. Meskipun sudah ada Telnet sebelumnya, tapi belum bisa menjamin keamanan koneksi yang dihasilkan. Sedangkan SSH mampu mengamankan pertukaran data yang sedang terjadi menggunakan berbagai macam teknologi enkripsi yang diperolehnya.

SUMBER : https://www.niagahoster.co.id/blog/apa-itu-ssh/

Senin, 21 Oktober 2019

Panduan Lengkap VPS Hosting

Panduan Lengkap VPS Hosting Indonesia

VPS adalah singkatan dari Virtual Private Server. VPS adalah sebuah tipe server yang menggunakan teknologi virtualisasi untuk membagi hardware server fisik menjadi beberapa server virtual yang di hosting di infrastruktur fisik yang sama.
Di jaman dahulu, sistem administrator secara tradisional hanya memiliki satu server fisik dan hanya digunakan untuk satu tujuan saja. Sementara virtualisasi menawarkan kemudahan untuk meng-host beberapa server pada satu server fisik. Setiap server dapat memiliki tujuan mereka sendiri dan sistem operasi yang berbeda satu sama lain.
Hal ini dapat membantu mengimprovisasi tingkat fleksibilitas yang tersedia pada administrator sistem dalam hal pemilihan konfigurasi software yang dapat mereka jalankan. Selain itu, ini juga dapat memberikan keuntungan yang signifikan dalam hal skalabilitas dari daya pemrosesan (processing power), RAM, dan disk space dengan biaya yang lebih rendah daripada menggunakan hardware fisik tradisional.

Jenis-Jenis Hosting

Untuk saat ini, ada tiga jenis web hosting Indonesia: VPS, shared, dan dedicated server. Apa saja perbedaannya? Berikut adalah pembahasan lengkap tentang jenis-jenis hosting tersebut.
Shared/Reseller Hosting
Shared hosting adalah sebuah servis hosting murah untuk pemula. Hosting jenis ini menawarkan satu sistem operasi (misalnya Linux) yang menjalankan distro tertentu (misalnya Centos) dan memiliki konfigurasi software standar yang akan digunakan mayoritas klien (contohnya Apache, Litespeed, cPanel, MySQL, PHP).
Seperti yang bisa dilihat dari namanya, shared hosting menggunakan platform shared hosting yang berarti bahwa semua klien berbagi sumber daya utama server seperti CPU, RAM, dan Hard Disk Drive (HDD).
Jika Anda memilih untuk menggunakan reseller hosting, jenis hosting ini memiliki infrastruktur yang sama tetapi klien memiliki kemungkinan untuk menjual kembali (resell) space yang mereka miliki ke klien mereka tanpa membuat investasi besar untuk hardware ataupun software.
Shared hosting memiliki biaya rendah dan menawarkan web hosting dengan lingkungan yang sudah sesuai standar dan kebanyakan akan sesuai dengan kebutuhan para klien. Jika Anda menggunakan hosting ini, hanya ada celah sedikit bagi pengguna untuk melakukan kustomisasi atau menjalankan aplikasi yang tidak biasanya dijalankan di website yang menggunakan shared hosting.
Jika Anda sudah menggunakan hosting dengan reputasi bagus, maka perusahaan hosting tersebut harusnya juga bisa menyediakan server dengan spek yang tinggi, yang biasanya memiliki built-in redundancy seperti dual power supplies, dual CPUs, beberapa disks untuk konfigurasi hot swap RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks).
Saat Anda menggunakan shared hosting, security dan administrasi menjadi tanggung jawab perusahaan hosting.
Shared hosting juga memiliki beberapa keuntungan, yaitu:
  • Biaya rendah
  • Kinerja yang sesuai standard
  • Alat-alat dan konfigurasi dengan spek tinggi
  • Konfigurasi yang sudah distandarisasi
  • Keperluan administrasi klien yang rendah
Pada sisi negatifnya, pengguna terbatas pada spesifikasi software dari perusahaan hosting. Mereka mungkin tidak diizinkan menjalankan aplikasi tertentu yang memerlukan konfigurasi di luar parameter standar (misalnya versi terbaru PHP) atau menggunakan beberapa fitur yang dibatasi untuk tujuan keamanan (misalnya akses SSH).
Shared hosting juga berarti bahwa kinerja dapat dipengaruhi oleh ‘tetangga’ yang menyalahgunakan sumber daya server. Hal ini dapat dikurangi jika perusahaan hosting Anda menggunakan software pembatas sumber daya.
Akhirnya, dengan shared hosting ada kemungkinan reputasi IP server dapat terpengaruh jika perusahaan web hosting tidak memantau server mereka secara ketat untuk melihat lalu lintas traffic atau email berbahaya. Akun Rogue atau situs web yang tidak aman dapat menyebabkan malware diupload dan dikirim dari server.
Cara terbaik untuk mengurangi kemungkinan ini adalah dengan memeriksa bahwa perusahaan hosting Anda memonitor dan memfilter semua email keluar untuk mengidentifikasi dan mencegah spam dikirim untuk melindungi reputasi IP server.
Jadi secara ringkas Shared/Reseller hosting adalah servis hosting untuk pemula dengan biaya rendah yang memiliki batasan jumlah resource dan kemungkinan kustomisasi.
Dedicated Servers
Dedicated Server, seperti namanya, adalah server fisik yang didedikasikan sepenuhnya untuk satu klien. Tidak ada situs atau aplikasi lain yang bisa dihosting di satu server yang sama.
Ini berarti bahwa klien mendapatkan penggunaan eksklusif dari semua sumber daya utama server, yaitu CPU, RAM dan HDD. Klien dapat menginstal pilihan sistem operasi mereka (misalnya Linux, Windows) dan Distro pilihan mereka (mis., Ubuntu, CentOS).
Berikut adalah beberapa keuntungan dalam menggunakan dedicated servers:
  • Kehandalan tinggi
  • Tingkat kinerja tinggi
  • Tingkat keamanan tinggi
  • Reputasi IP yang lebih baik karena Anda tidak berbagi dengan website lain
  • Tidak berbagi server dengan website lain berarti Anda tidak akan bertemu dengan ‘tetangga’ yang dapat mengganggu kinerja website Anda
Pada sisi negatifnya, dedicated server adalah solusi yang lebih mahal. Mereka menawarkan kekuatan yang jauh lebih besar namun jika sumber daya tambahan dibutuhkan (misalnya CPU, RAM, HDD), maka ini akan memerlukan downtime untuk meningkatkan versi komponen dan dalam kasus terburuk, memerlukan migrasi ke server fisik baru.
Pertimbangan lain adalah menambahkan redudansi ke server. Yang dimaksud disini adalah meminimalkan kemungkinan downtime yang disebabkan oleh kegagalan komponen. Di dedicated server ada dua komponen mekanis yang bisa menyebabkan downtime. Ini adalah Power Supply Unit (PSU) dan HDD (kecuali Solid State Drives (SSD) – kedua komponen ini adalah komponen elektronik dan memiliki tingkat kegagalan yang jauh lebih rendah.
Ada kemungkinan untuk mengurangi hal ini dengan menggunakan komponen ganda dan dalam beberapa konfigurasi RAID, ini dapat melibatkan minimal 4 hard drive fisik. Ini berarti a) tambahan investasi di muka dan b) biaya yang terus berlanjut karena chassis yang lebih besar (biasanya 2U) yang dibutuhkan untuk komponen tambahan.
Akhirnya, dedicated server biasanya memakan waktu beberapa jam untuk menyiapkan pesanan yang diterima ke server yang sedang hidup dan dikonfigurasi dengan sistem operasi dasar.
VPS
VPS bisa dibilang sebagai titik tengah antara shared dan dedicated server. Dengan VPS, pelanggan bisa menggunakan server yang berfungsi mirip dedicated dengan harga hampir semurah shared.
Setiap VPS mampu menjalankan sistem operasi penuh dan dapat direboot secara terpisah walaupun diinstall di komputer yang sama dengan virtual machine lain. Setiap virtual machine memiliki fungsi yang sama dengan komputer sungguhan sehingga privasi setiap klien akan terjaga. Singkatnya, kebanyakan fitur VPS bisa dimasukkan ke fitur shared dan dedicated walaupun sebagai opsi paling murah.
Virtualisasi server juga membantu dalam konsolidasi server yang nantinya menyebabkan optimisasi biaya. Biaya VPS di data center juga bisa ditekan dengan mengurangi infrastruktur fisik sehingga tidak begitu peralatan listrik, real estate, dan HVAC. Manajemen dan perawatannya juga bisa diserahkan ke pihak penyedia sehingga pelanggan tidak perlu kerepotan mengurus server mereka.
Beberapa kelebihan VPS di atas diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan untuk para pelanggan yang ingin mencari layanan web hosting yang mempunyai kinerja bagus dan juga biaya murah.
Multi Server – Cloud Server
Konfigurasi VPS Multi Server (Cloud) menghindari kemungkinan masalah yang dapat muncul jika hanya menggunakan server tunggal VPS dengan menggabungkan sumber daya beberapa server. Kapasitas pemrosesan dan penyimpanan data dari semua server dalam konfigurasi cloud menawarkan infrastruktur yang benar-benar rapih.
Konfigurasi VPS jenis ini lebih kompleks untuk disiapkan daripada opsi VPS server tunggal, namun juga menawarkan keuntungan bagi perusahaan hosting dan klien mereka:
  • Ketersediaan data yang tinggi – data disimpan di beberapa server terpisah
  • High uptime
  • Tidak ada downtime untuk upgrade
  • Migrasi langsung
  • Menawarkan jenis disk yang berbeda (contoh SAS dan SSD)
  • Instant provisioning (menit yang dibutuhkan untuk VPS vs jam untuk dedicated server)
Yang sangat penting untuk dipahami adalah Cloud VPS menyatukan sumber daya berbagai server dan dapat diskalakan ke puluhan atau ratusan server.
Ini berarti data tersebar di seluruh cloud dan processing power dibagikan. Karena data disimpan di beberapa server fisik, kemungkinan downtime atau kehilangan data akan berkurang. Jika satu server gagal sepenuhnya, sisa cloud yang ada terus bekerja dan datanya aman. Setelah server yang gagal diperbaiki maka dibawa kembali online dan kembali ke server. Klien tidak akan pernah memperhatikan adanya gangguan di website mereka.
Jika Anda tertarik dengan jenis hosting yang satu ini, Dewaweb menawarkan Sewa VPS Murah untuk Anda.

VPS vs Dedicated Server

Jika Anda merasa bahwa Anda memerlukan server yang lebih aman dan fleksibel daripada shared hosting atau reseller hosting biasa, maka Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan VPS atau Dedicated Server. Jangan khawatir, kami akan membahasnya lebih lanjut untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih di antara kedua opsi yang ada.
Berikut adalah perbedaan dan persamaan yang kami kelompokkan berdasarkan tiap karakter baik dari VPS maupun Dedicated Server:
  • Kontrol
Pada VPS, klien dapat memiliki kendali atas mesin virtual pada cluster dengan mesin-mesin virtual lainnya. Sedangkan pada Dedicated Server, klien memiliki kontrol yang penuh terhadap server fisik tunggal dengan akses admin ke semua sumber daya server yang ada.
  • Ketersediaan Sumber Daya
Pada VPS, CPU dibagi dengan VPS lainnya, namun menggunakan RAM dan HDD khusus. Sedangkan pada Dedicated Server, tersedia semua daya pemrosesan CPU / RAM & HDD yang ditugaskan ke pengguna tunggal tanpa berbagi ke server lainnya.
  • Software Customization
Pada VPS, klien dapat akses penuh sebagai admin & dapat melakukan root control. Konfigurasi perangkat lunak bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Hal yang sama berlaku pada Dedicated Server.
  • Migrasi
Migrasi VPS di dalam cluster lokal dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Sedangkan lewat Dedicated Server, migrasi antara servernya dilakukan terpisah secara fisik dan ini memakan waktu lebih lama.
  • Skalabilitas
Cloud VPS ini sangat terukur, memungkinkan untuk menambah atau menurunkan RAM, CPU & HDD secara real time tanpa downtime. Sedangkan pada Dedicated Server, intervensi fisik dibutuhkan sehingga upgrade dan downgrade bisa mengakibatkan downtime. Dengan VPS, Anda tidak perlu menunggu waktu lama jika Anda sudah memutuskan untuk melakukan upgrade maupun downgrade. Sebaliknya, pada Dedicated Server tidaklah mudah untuk melakukan upgrade tanpa memindahkan hardware tambahan yang notabene butuh waktu lebih lagi.
  • Biaya
VPS murah dan sangat hemat biaya. Anda membayar sesuai dengan apa yang Anda gunakan. Sementara itu, Menggunakan Dedicated Server biayanya lebih tinggi di muka dan ada biaya berkelanjutan lagi. Bisa jadi juga lebih mahal jika sumber dayanya kurang dimanfaatkan.
  • Deployment
Pada VPS bisa berlangsung cepat, kurang dari 2 menit deployment berlangsung biasanya. Sedangkan pada Dedicated Server, berlangsung lebih lambat, kira-kira memakan waktu 2 jam. Walaupun waktu instalasi lebih singkat, VPS memiliki fungsi yang mirip dengan Dedicated Server. Anda bisa install apa saja dan konfigurasi apa saja yang menurut Anda paling cocok. Semuanya tergantung pada kebutuhan Anda.
  • High Availability (HA)
HA mungkin terjadi dengan Cloud VPS. Hal ini dikarenakan datanya tersimpan pada beberapa server, tidak hanya server tunggal. Sehingga kegagalan tidak terjadi pada satu titik terpusat. Sementara, pada Dedicated Server, kemungkinan terbatas untuk HA. Redundansi terbatas pada level server (dual power supplies, kartu jaringan, CPU, RAID, hot swap array). Hal ini menjadikannya pilihan biaya yang lebih tinggi. HA memerlukan pengaturan sekumpulan server yang akan meningkatkan biaya pembuatan di awal dan biaya pemeliharaannya.
  • Keamanan
Akses root di VPS memastikan tidak ada yang bisa mengakses data Anda selain pihak yang diinginkan. Perusahaan hosting memiliki hak admin atas cloud mereka sehingga mereka memiliki kontrol secara menyeluruh. Pada Dedicated Server, klien memiliki kontrol penuh atas server fisiknya. Kontrol penuh juga dimungkinkan.
Singkatnya, VPS ini bila dibandingkan dengan Dedicated Server memiliki keunggulan sebagai berikut:
  • Deployment-nya instan sehingga tidak menunggu lama terlebih dahulu
  • Biaya yang dihabiskan untuk entry tergolong rendah atau tidak mahal
  • Biaya yang dikeluarkan secara efektif, Anda bayar untuk apa yang Anda pakai
  • Fleksibilitas dalam artian upgrade atau downgrade dilakukan sesuai kebutuhan Anda
  • Migrasi dapat dilakukan dalam waktu singkat
  • Availability yang tinggi dengan harga terjangkau
Satu hal di mana Dedicated Server memiliki sedikit kelebihan adalah dalam kasus di mana secure belt dan braces security diperlukan. Sebenarnya ini lebih berkaitan dengan masalah peraturan atau kebiasaan daripada masalah keamanannya.
Kesimpulannya, VPS Cloud bisa menawarkan kinerja yang relatif sama dengan Dedicated Server dengan biaya yang lebih murah dan tanpa waktu lama untuk upgrade. Cloud VPS (Virtual Private Server) bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin bergelut di dunia maya tanpa menghabiskan dana secara besar-besaran.

Faktor-faktor VPS yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Provider di Indonesia

Setelah memutuskan untuk sewa VPS pada bisnis online Anda, selanjutnya perhatikanlah komponen-komponen pada Cloud VPS yang ditawarkan pada Anda. Hard Disk, Operating System, Backup, dan Lokasi server sangat penting dalam menentukan keberlangsungan hidup startup/perusahaan Anda.

HDD

Saat memilih VPS, Anda perlu mempertimbangkan jenis HDD apa yang akan digunakan. HDD (HARD DISK DRIVE) ini adalah piringan yang menjadi media penyimpanan dasar yang non-volatile (data tidak akan hilang ketika komputer dalam keadaan mati) pada komputer. Pada dasarnya, secara material, HDD adalah piringan metal yang memiliki lapisan magnet. Lapisan itulah yang menjadi tempat penyimpanan data. Sebuah head read / write bisa mengakses data yang tersimpan ketika piringannya berputar. Secara umum ada tiga tipe utama dari HDD yang tersedia ketika Anda memilih VPS. Berikut adalah tipe-tipenya:
  • SATA (Serial Advanced Technology Attachment)
  • SAS (Serial Attached SCSI)
  • SSD (Solid State Drive)
Saat memilih VPS yang akan Anda gunakan ketika Anda sudah memutuskan untuk sewa VPS, penting untuk memahami karakteristik dari masing-masing jenis penyimpanan. Kami meringkasnya bagi Anda, sebagai berikut:
  • SATA: Solid, cakram tradisional yang cukup handal dengan kapasitas penyimpanan yang tinggi tetapi kemampuan baca / tulis datanya lebih lambat. Biasanya digunakan untuk budget hosting terbatas atau backup saja.
  • SAS: Kemampuan yang lebih tinggi dibanding SATA, hard drive perusahaan dapat beroperasi lebih cepat dengan kinerja baca / tulis yang lebih tinggi tetapi kapasitas penyimpanannya lebih rendah. Sempurna bagi performa hosting dengan biaya yang sesuai (worth it).
  • SSD: Sepenuhnya elektronik dan tanpa bagian-bagian yang bergerak. SSD ini menawarkan kemajuan besar melalui disk mekanik yang dalam hal kinerja sangat bisa diandalkan. SSD ini adalah teknologi penyimpanan data masa depan.
Sebuah kisah startup fitinline[dot]com yang nyaris bangkrut sempat viral pada 2016 yang lalu karena gagalnya proses penambahan kapasitas hard disk di VPS Digital Ocean yang buruk. Dan mereka juga tidak membuat backup-nya. Ini menjadi bukti bahwa hard disk menjadi faktor yang sangat penting dalam mempertimbangkan provider VPS anda di Indonesia.

Operating System (OS)

Saat memilih VPS Anda, Anda dapat memilih sistem operasi (operating system) dan VPS Anda akan tersedia hanya dalam 2 menit dengan berbagai pilihan Sistem Operasi (OS) yang ditawarkan. Anda dapat memilih salah satu dari daftar yang kami berikan berikut ini:
  • Centos
  • CloudLinux
  • Debian
  • Ubuntu
  • Fedora
  • Gentoo
  • Red Hat Enterprise Linux
  • FreeBSD
  • OpenSUSE

Backup

Saat memilih VPS sangat penting bagi Anda untuk memiliki strategi cadangan. Backup tidak hanya terkait keamanan dalam hal memulihkan data kalau terjadi masalah pada hardware server, tetapi juga penting jika data tidak sengaja terhapus.
Sebuah kisah startup projects[dot]co[dot]id pada tahun 2015 yang lalu juga dapat menjadi pelajaran untuk kita. Provider mereka tidak melakukan backup pada website client mereka, sehingga satu kegagalan hardware yang merupakan kesalahan provider VPS tersebut, harus ditanggung oleh client yang sudah susah payah mengembangkan bisnisnya.

Lokasi

Saat memilih VPS, hal yang tidak kalah penting juga adalah pemilihan lokasi VPS, baik untuk website utama maupun untuk backup. Pilihlah lokasi yang terdekat dengan pelanggan website Anda. Selain itu, menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Teransaksi Elektronik pasal 17, setiap website yang menyimpan data-data keuangan dan digunakan untuk pelayanan publik, wajib menggunakan datacenter di Indonesia.

Hosting Server IIX Jakarta

Hosting server Indonesia berupa komputer server yang digunakan untuk menyimpan data, umumnya untuk webpage yang terletak di Indonesia. Biasanya disebut juga sebagai Indonesia Internet Exchange (IIX). Berikut adalah beberapa implikasi Hosting Server IIX Jakarta:
  • Cepat bila diakses dari Indonesia karena routing-nya tergolong pendek.
  • Tidak dapat dipengaruhi oleh kondisi konektivitas internasional dari ISP Indonesia yang digunakan oleh para klien.
  • Bandwidth internasionalnya relatif lebih kecil, sehingga pengiriman e-mail ke arah mail server luar negeri seperti Yahoo! atau Hotmail maupun Gmail tidak secepat hosting server US (dari Amerika).
  • Relatif lebih lambat apabila diakses dari luar negeri.
Setelah membaca penjelasan dari kami, semoga Anda dapat lebih bijak dalam memilih atau sewa VPS provider. Oh ya, saat ini Dewaweb juga menjadi hosting terbaik karena telah mendapatkan sertifikat ISO 27001 dari BSI. Selamat mencoba!

VIRAL !!!! Konfigurasi VPN !!!! BANTAI !!!! NO HOAX !!!!!!

Konfigurasi VPN (PPTP) Server Debian 8 Assalamu'alaikum wr.wb Kali ini kita akan belajar bagaimana cara mengkonfigurasi...